Minggu, 10 Mei 2015

PENETAPAN KADAR P2O5 YANG LARUT DALAM AIR PADA PUPUK NPK


                           PENETAPAN KADAR P2O5 YANG LARUT DALAM AIR 
PADA PUPUK NPK
 
                                                                Lembar pengesahan :



                                LAPORAN LENGKAP



Nama                                 : MUNAWWARAH


Kelas/Nis                         :  III.B / 124845


Kelompok                        :  B.2.1


Tanggal  praktikum     :  19 Maret 2015     


Judul Penetapan            :   Penentuan Kadar P2O5 yang larut dalam air pada pupuk NPK


Tujuan Penetapan          :   Untuk mengetahui kadar  P2O5 yang larut dalam air pada pupuk NPK


Dasar Prinsip                   : Sampel diendapkan dengan NH4OH dengan penambahan NH4Cl, lalu  dipijarkan.




Reaksi                            :







Landasan Teori  :
     Di Indonesia, jumlah cadangan yang telah diselidiki adalah 2,5 juta ton endapan guano (kada 
 P2O5= 0,17-43 %). Keterdapatannya di Provinsi Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, 
 Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan NTT, sedangkan tempat lainnya adalah Sumatera Utara, 
Kalimantan, dan Irian Jaya.
          Di Indonesia, eksplorasi fosfat dimulai sejak tahun 1919. Umumnya, kondisi endapan fosfat 
guano yang ada ber-bentuk lensa-lensa, sehingga untuk penentuan jumlah cadangan, dibuat sumur 
uji pada kedalaman 2 -5 meter. Selanjutnya, pengambilan conto untuk analisis kandungan 
fosfat.Eksplorasi rinci juga dapat dilakukan dengan pemboran apabila kondisi struktur geologi total 
diketahui.
          Fosfor merupakan salah satu bahan kimia yang sangat penting bagi mahluk hidup. Fosfor 
terdapat di alam dalam dua bentuk yaitu senyawa fosfat organik dan senyawa fosfat anorganik. 
Senyawa fosfat organik terdapat pada tumbuhan dan hewan, sedangkan senyawa fosfat anorganik 
terdapat pada air dan tanah dimana fosfat ini terlarut dia air tanah maupun air laut yang terkikis 
dan mengendap di sedimen. 
         Fosfor juga merupakan faktor pembatas. Perbandingan fosfor dengan unsur lain dalam 
ekosistem air lebih kecil daripada dalam tubuh organisme hidup. Diduga bahwa fosfor merupakan 
nutrien pembatas dalam eutrofikasi; artinya air dapat mempunyai misalnya konsentrasi nitrat yang 
tinggi tanpa percepatan eutrofikasi asalkan fosfat sangat rendah ( Sastrawijaya, 1991). Fosfat 
terdapat dalam air alam atau air limbah sebagai senyawa ortofosfat, polifosfat dan fosfat organis. 
Setiap senyawa fosfat tersebut terdapat dalam bentuk terlarut, tersuspensi atau terikat di dalam sel 
organisme air. 
           Di daerah pertanian ortofosfat berasal dari bahan pupuk yang masuk ke dalam sungai atau 
danau melalui drainase dan aliran air hujan. Polifosfat dapat memasuki sungai melalui air buangan 
penduduk dan industri yang menggunakan bahan detergen yang mengandung fosfat, seperti industri 
logam dan sebagainya. Fosfat organis terdapat dalam air buangan penduduk (tinja) dan sisa 
makanan. Fosfat organis dapat pula terjadi dari ortofosfat yang terlarut melalui proses biologis 
karena baik bakteri maupun tanaman menyerap fosfat bagi pertumbuhannya ( Alaerts, 1984). 
Keberadaan senyawa fosfat dalam air sangat berpengaruh terhadap keseimbangan ekosistem 
perairan. Bila kadar fosfat dalam air rendah (< 0,01 mg P/L), pertumbuhan ganggang akan 
terhalang, kedaan ini dinamakan oligotrop. Sebaliknya bila kadar fosfat dalam air tinggi, 
pertumbuhan tanaman dan ganggang tidak terbatas lagi (kedaaan eutrop), sehingga dapat 
mengurangi jumlah oksigen terlarut air. Hal ini tentu sangat berbahaya bagi kelestrian ekosistem 
perairan.
            Kegunaan Fosfor/Fosfat Kegunaan fosfor yang penting adalah dalam pembuatan pupuk,dan 
secara luas digunakan dalam bahan peledak, korek api, pestisida, odol dan deterjen. Selain itu juga 
diperlukan untuk memperkuat tulang dan gigi. 2.6 Proses Fosfor / Fosfat Dalam Lingkungan Hidup 
Perputaran unsur fosfor dalam lingkungan hidup relatif sederhana bila dibandingkan dengan 
perputaran bahan kimia lainnya, tetapi mempunyai peranan yang sangat penting yaitu sebagai 
pembawa energi dalam bentuk ATP (Adenosin Trifosfat). Perputaran unsur fosfor adalah perputaran 
bahan kimia yang menghasilkan endapan seperti halnya perputaran kalsium. 

             Dalam lingkungan hidup ini tidak diketemukan senyawa fosfor dalam bentuk gas, unsur 
fosfor yang terdapat dalam atmosfir adalah partikel-partikel fosfor padat. Batu karang fosfat dalam 
tanah terkikis karena pengaruh iklim menjadi senyawa-senyawa fosfat yang terlarut dalam air tanah 
dan dapat digunakan/diambil oleh tumbuh-tumbuhan untuk kebutuhan hidupnya /pertumbuhannnya. 
Penguraian senyawa organik (tumbuh-tumbuhan dan hewan yang mati serta detergen limbah rumah 
tangga ) menghasilkan senyawa-senyawa fosfat yang dapat menyuburkan tanah untuk pertanian. 
Sebagai senyawa fosfat yang terlarut dalam air tanah akan terbawa oleh aliran air sungai menujuke 
laut atau ke danau, kemudian mengendap pada dasar laut atau dasar danau.
 
PUPUK TSP

    Pupuk TSP adalah nutrient anorganik yang digunakan untuk memperbaiki hara tanah untuk
pertanian. TSP artinyatriple super phosphate. Rumus kimianya Ca(H2PO4). Kadar P2O5 pupuk
ini sekitar 44-46%, namun di lapangan bisa mencapai 56 %. TSP dibuat dengan sistem proses.
Pada pembuatannya, batuan alam (rockphosphate) fluor apatit diasamkam dengan asam fosfat
hasil proses sebelumnya.

  Pupuk SP-36 merupakan hasil reaksi antara BP dengan asam sulfat, bersifat tidak higroskopis dan
larut dalam air sehingga cepat tersedia bagi Pupuk SP-36 merupakan pilihan terbaik untuk
memenuhi kebutuhan tanaman akan unsur hara fosfor karena keunggulan yang dimilikinya,
kandungan hara fosfor dalam bentuk tinggi yaitu sebesar 36%, unsur hara fosfor yang terdapat
dalam pupuk SP-36 hampir seluruhnya larut dalam air, tidak mudah menghisap air, sehingga dapat
disimpancukup lama dalam kondisi penyimpanan yang baik.

    Meningkatnya perkembangan pertanian saat ini mulai bergerak kearah penggunaan pupuk yang
ramah lingkungan sehingga mampu mengembalikan danmeningkatkan kemampuan tanah untuk
memenuhi nutrisi yang dibutuhkan tanamanselama pertumbuhan.

   Dengan mengetahui proses pemupukan yang tepat, maka perlu dilakukan pengkajian penelitian
tentang analisis bahan pupuk dari sumber pupuk SP-36 dari berbagai produk di pasaran. Pupuk
yang akan dipasarkan untuk keperluan sektor  pertanian harus memenuhi standar mutu dan
terjamin efektivitasnya serta wajib didaftarkan kepada Direktorat Pupuk.

    Dalam rangka mendukung terlaksananya pengujianmutu dan uji efektivitas ini diperlukan adanya
standarisasi metode pengujian berupa petunjuk teknis metodologi pengujian efektivitas pupuk pada
praktikum analisis bahan pertanian dan lingkungan yang berjudul Analisis Nitrogen, Fosfor, Sulfur
dan Besi dari Bahan Pupuk SP-36 Fosfor merupakan unsur hara esensial.

       Tanaman membutuhkan fosfor yang cukup untuk pertumbuhannya secara normal. Fosfor
memiliki peranan penting dalam tanaman,yaitu berperan dalam proses fotosintesis, respirasi,
membantu mempercepat perkembangan akar dan perkecambahan serta berperan dalam
 pembelahan dan pembesaran sel.

     Pupuk SP-36 mengandung 36% fosfor dalam bentuk dan dalam jumlah makro. Pupuk
SP-36 berbentuk butiran dan berwarna abu-abu. Pupuk SP-36 memiliki beberapa keunggulan, yaitu
Kandungan hara fosfor dalam bentuk tinggi yaitusebesar 36%.

    Unsur hara fosfor yang terdapat dalam pupuk SP-36 hampir seluruhnyalarut dalam air. Tidak
bersifat higroskopis, sehingga dapat disimpan cukup lama dalamkondisi penyimpanan yang baik.
Karena peranan fosfor sangat penting pada tanaman,maka perlu dilakukan analisis fosfor
pada pupuk SP-36.
Cara penggunaan pupuk SP 36 

     Untuk tanaman semusim, pupuk SP 36 sebaiknya digunakan sebagai pupuk dasar. Sedangkan 

untuk tanaman tahunan diberikan pada awal atau akhir musim hujan atau segera setelah panen



     Pupuk TSP adalah nutrient anorganik yang digunakan untuk memperbaiki hara tanah untuk 
pertanian. TSP artinya triple super phosphate. Rumus kimianya Ca(H2PO4). Kadar P2O5 pupuk ini 
sekitar 44-46%, namun di lapangan bisa mencapai 56 %. TSP dibuat dengan sistem proses. Pada 
pembuatannya, batuan alam (rockphosphate) fluor apatit diasamkam dengan asam fosfat hasil 
proses sebelumnya. Reaksi dasarnya sebagai berikut:
           Ca3(PO4)2CaF  +  H3PO4 --> Ca(H2PO4)2 + Ca(OH)2 + HF

PUPUK PHONSKA / PUPUK MAJEMUK NPK (SNI 02-2803-2000)


Spesifikasi
  1. Nitrogen (N) : 15%
  2. Fosfat (P2O5) : 15%
  3. Kalium (K2O) : 15%
  4. Sulfur (S) : 10%
  5. Kadar air maksimal 2%
  6. Bentuk butiran
  7. Warna merah muda
  8. Dikemas dalam kantong bercap kerbau emas dengan isi bersih 50 dan 20 kg. 

  9. Sifat, manfaat dan keunggulan pupuk PHONSKA
  10. Higroskopis
  11. Mudah larut dalam air
  12. Mengandung unsur hara N, P, K dan S sekaligus
  13. Kandungan unsur hara setiap butir pupuk merata
  14. Larut dalam air sehingga mudah diserap tanaman
  15. Sesuai untuk berbagai jenis tanaman
  16. Meningkatkan produksi dan kualitas panen
  17. Menambah daya tahan tanaman terhadap gangguan hama, penyakit dan kekeringan
  18. Menjadikan tanaman lebih hijau dan segar karena banyak mengandung butir hijau daun
  19. Memacu pertumbuhan akar dan sistem perakaran yang baik
  20. Memacu pembentukan bunga, mempercepat panen dan menambah kandungan protein
  21. Menjadikan batang lebih tegak, kuat dan dapat mengurangi risiko rebah
  22. Memperbesar ukuran buah, umbi dan biji-bijian
  23. Meningkatkan ketahanan hasil selama pengangkutan dan penyim-panan.
  24. Memperlancar proses pembentukan gula dan pati.



Alat & Bahan                                    :

v   Alat             
v Gelas Piala 100 , 300 ml
v Gelas Ukur 10 ml
v Neraca Digital
v Kaki Tiga
v Corong 
v Pengaduk 
v Cawan Porselin
v Tanur 
v Eksikator
v Kertas Saring

v Bahan            
v Pupuk NPK
v Aquadest Panas
v NH4Cl 2M
v Campuran Magnesia
v HCl 1:1
v IndikatorMM:MB (1:1)
v NH4OH (1:10) & (1:20)

Cara Kerja                           : 
1.     Ditimbang pupuk NPK + 3 g.
2.     Dilarutkan dengan aquadest kedalam gelas piala kemudian dipanaskan.
3.     Saring dengan kertas saring berlipat.
4.     Endapan dicuci dengan 3×10 ml aquadest panas
5.     Filtrat ditampung lalu, ditambahkan NH4Cl 2M + 10 mL.
6.     Ditambahkan campuran Magnesia 10 mL, jika keruh ditambahkan HCl 1:1 hingga larut
7.     Dibubuhi indikator PP kemudian endapkan dengan NH4OH 1:10 berlebih, hingga larutan
         berwarna merah muda seulas.
8.     Didinginkan dalam es
9.     Lalu, disaring dan dicuci hingga bebas Cl- dengan NH4OH 1:20
10.   Endapan dikeringkan dalam oven (T=1050C)
11.   Endapan diperarang, dipijarkan, didinginkan, dan timbang hingga bobot tetap.
12.   Menghitung kadar P2O5 yang larut dalam air pada pupuk NPK


Pengamatan                       :
1.     Bobot cawan kosong          :  26,6622 Gram
2.     Bobot cawan + abu            :  27,0631 Gram
3.     Bobot Abu                          :  0,4009 Gram
4.     Bobot sample                     :  3,0056 Gram

Perhitungan                           :

Kadar  P205         =   Mr P2O5/Mr Mg2P2O7 x Bobot abu  X 100%
                                                         g Sampel
                  
                               =   142/222 x 0,4009 g  X 100%
                                              3,0056  g

                               = 8,53 %

Kesimpulan                   : 
dari hasil pengamatan dan perhitungan diperoleh kadar P2O5 yang larut dalam air pada pupuk NPK sebanyak 8,53 %
         
      



Tidak ada komentar:

Posting Komentar