Penentuan pH pada pupuk UREA,ZA, dan NPK
LAPORAN LENGKAP
Nama
: MUNAWWARAH
Kelas/Nis :
3.B / 124845
Kelompok :
B2.1
Tanggal Mulai : 5 Maret 2015
Tanggal Selesai
: 5 Maret 2015
Judul Penetapan : Penentuan pH pupuk Urea, ZA dan NPK
Tujuan Penetapan :
Untuk mengetahui pH pupuk UREA,ZA dan NPK
Dasar Prinsip :
Konsentrasi ion (H+) dalam suatu
larutan encer umumnya sangat rendah tetapi sangat menentukan sifat-sifat dari
larutan,terutama larutan dalam air.
Landasan Teori
:
"pH"
pH
adalah derajat keasaman yang digunakan
untuk menyatakan tingkat keasaman atau kebasaan yang dimiliki oleh
suatu larutan. Ia didefinisikan
sebagai kologaritma aktivitasion hidrogen(H+) yang
terlarut.Koefisien
aktivitasion hidrogen tidak dapat diukur secara eksperimental, sehingga
nilainya didasarkan pada perhitungan teoritis. Skala pH bukanlah skala absolut.
Ia bersifat relatif terhadap sekumpulan larutan standar yang pH-nya ditentukan
berdasarkan persetujuan internasional. Konsep pH pertama kali diperkenalkan
oleh kimiawan Denmark Søren Peder
Lauritz Sørensen pada tahun1909. Tidaklah diketahui
dengan pasti makna singkatan “p” pada “pH”. Beberapa rujukan mengisyaratkan
bahwa p berasal dari singkatan untuk powerp(pangkat),
yang lainnya merujuk kata bahasa Jerman Potenz(yang
juga berarti pangkat), dan ada pula yang merujuk pada kata potential.Jens Norby mempublikasikan
sebuah karya ilmiah pada tahun 2000 yang berargumen
bahwa p adalah sebuah tetapan yang berarti “logaritmanegatif”. Pupuk Za
adalah pupuk kimia buatan yang dirancang
untuk memberi tambahan hara nitrogen dan belerang bagi tanaman. N4ama Za adalah
singkatan dari istilah bahasa Belanda ‘zwavelzure
ammoniak’, yang berarti Ammonium Sulfat (NH4SO4).
Pupuk TSP adalah nutrient anorganik yang digunakan untuk memperbaiki hara tanah
untuk pertanian. TSP artinya triple super phosphate. Rumus kimianya Ca(H2PO4).
Kadar P2O5 pupuk ini sekitar 44-46%, namun di lapangan bisa mencapai 56 %. TSP
dibuat dengan sistem proses. Pada pembuatannya, batuan alam (rockphosphate)
fluor apatit diasamkam dengan asam fosfat hasil proses sebelumnya. Reaksi dasarnya
sebagai berikut[:
Ca3(PO4)2CaF + H3PO4 –> Ca(H2PO4)2 + Ca(OH)2 + HF
Urea adalah senyawa organik yang tersusun dari
unsur karbon, hidrogen, oksigen dan nitrogen dengan rumus CON2H4atau
(NH2)2CO. Urea juga dikenal dengan nama carbamide yang
terutama digunakan di kawasan Eropa. Nama lain yang juga sering dipakai
adalah carbamide resin ,isourea, carbonyl
diamide dan carbonyldiamine. Senyawa ini adalah senyawa
organik sintesis pertama yang berhasil dibuat dari senyawa anorganik, yang akhirnya
meruntuhkan konsep vitalisme.
Pupuk didefinisikan sebagai material yang ditambahkan ketanah atau
tajuk tanaman dengan tujuan untuk melengkapi katersediaan unsur hara. Bahan
pupuk yang paling awal adalah kotoran hewan, sisa pelapukan tanaman dan arang
kayu. Pemakaian pupuk kimia kemudian berkembang seiring dengan
ditemukannyadeposit garam kalsium di Jerman pada tahun 1839.
Dalam pemilihan pupuk perlu diketahui terlebih dahulu jumlah dan
jenis unsur hara yang dikandungnya, serta manfaat dari berbagai unsur hara
pembentuk pupuk tersebut. Setiap kemasan pupuk yang diberi label yang
menunjukkan jenis dan unsur hara yang dikandungnya. Kadangkala petunjuk
pemakaiannya juga dicantumkan pada kemasan.karena itu, sangat penting untuk
membaca label kandungan pupuk sebelum memutuskan untuk membelinya. Selain
menentukan jenis pupuk yang tepat, perlu diketahui juga cara aplikasinya yang benar,
sehingga takaran pupuk yang diberikan dapat lebih efisien. Kesalahan dalam
aplikasi pupuk akan berakibat pada terganggunya pertumbuhan tanaman. Bahkan
unsur hara yang dikandung oleh pupuk tidak dapat dimanfaatkan tanaman.
- Penggolongan Pupuk
Pupuk digolongkan menjadi dua, yakni pupuk organik dan pupuk
anorganik. Pupuk organik adalah pupuk yang terbuat dari sisa-sisa makhluk hidup
yang diolah melalui proses pembusukan (dekomposisi) oleh bakteri pengurai.
Contohnya adalah pupuk kompos dan pupuk kandang. Pupuk kompos berasal dari
sisa-sisa tanaman, dan pupuk kandang berasal dari kotoran ternak. Pupuk organik
mempunyai komposisi kandungan unsur hara yang lengkap, tetapi jumlah tiap jenis
unsur hara tersebut rendah. Sesuai dengan namanya, kandungan bahan organik
pupuk ini termasuk tinggi.
Pupuk anorganik atau pupuk buatan adalah jenis pupuk yang dibuat
oleh pabrik dengan cara meramu berbagai bahan kimia sehingga memiliki
prosentase kandungan hara yang tinggi. Menurut jenis unsur hara yang
dikandungnya, pupuk anorganik dapat dibagi menjadi dua yakni pupuk tunggal dan
pupuk majemuk. Pada pupuk tunggal, jenis unsur hara yang dikandungnya hanya
satu macam. Biasanya berupa unsur hara makro primer, misalnya urea
hanya mengandung unsur nitrogen.
Pupuk majemuk adalah pupuk yang mengandung lebih dari satu jenis
unsur hara.Penggunaan pupuk ini lebih praktis karena hanya dengan satu kali
penebaran, beberapa jenis unsur hara dapat diberikan. Namun, dari sisi harga
pupuk ini lebih mahal. Contoh pupuk majemuk antara lain diamonium
phospat yang mengandung unsur nitrogen dan fosfor.
Menurut cara aplikasinya, pupuk buatan dibedakan menjadi dua yaitu
pupuk daun dan pupuk akar. Pupuk daun diberikan lewat penyemprotan pada daun
tanaman. Contoh pupuk daun adalah Gandasil B dan D, Grow More, dan Vitabloom.
Pupuk akar diserap tanaman lewat akar dengan cara penebaran di tanah. Contoh
pupuk akar adalah urea, NPK, dan Dolomit.
Menurut cara melepaskan unsur hara, pupuk akar dibedakan menjadi
dua yakni pupuk fast release dan pupuk slow release. Jika pupuk fast release
ditebarkan ke tanah dalam waktu singkat unsur hara yang ada atau terkandung
langsung dapat dimanfaatkan oleh tanaman. Kelemahan pupuk ini adalah terlalu
cepat habis, bukan hanya karena diserap oleh tanaman tetapi juga menguap atau
tercuci oleh air. Yang termasuk pupuk fast release antara lain urea, ZA dan
KCL.
Pupuk slow release atau yang sering disebut dengan pupuk lepas
terkendali (controlled release) akan melepaskan unsur hara yang dikandungnya
sedikit demi sedikit sesuai dengan kebutuhan tanaman. Dengan demikian, manfaat
yang dirasakan dari satu kali aplikasi lebih lama bila dibandingkan dengan
pupuk fast release. Mekanisme ini dapat terjadi karena unsur hara yang
dikandung pupuk slow release dilindungi secara kimiawi dan mekanis.
Perlindungan secara mekanis berupa pembungkus bahan pupuk dengan
selaput polimer atau selaput yang mirip dengan bahan pembungkus kapsul.
Contohnya, polimer coated urea dan sulfur coated urea. Perlindungan secara
kimiawi dilakukan dengan cara mencampur bahan pupuk menggunakan zat kimia,
sehingga bahan tersebut lepas secara terkendali. Contohnya Methylin urea, Urea
Formaldehide dan Isobutilidern Diurea. Pupuk jenis ini harganya sangat mahal
sehingga hanya digunakan untuk tanaman-tanaman yang bernilai ekonomis tinggi.
Alat &
Bahan :
ð Alat :
· Tabung Reaksi
· Pengaduk
· Kertas Universal
ð Bahan :
o Pupuk Urea
o Pupuk ZA
o Pupuk NPK
o Air
Cara Kerja :
1. Memasukkan contoh
pupuk dalam tabung reaksi.
2. Melarutkan dengan
air dengan perbandingan contoh dan air (1 : 10).dikocok lalu didiamkan.
3. Memerika pH
larutan atau suspensi diperiksa dengan kertas pH universal atau pH meter.
Pengamatan :
v pH pada pupuk urea
: 6
v pH pada pupuk
ZA : 6
Kesimpulan :
Dari hasil pengamatan dan perhitungan dapat disimpulkan bahwa :
- pH pada pupuk urea : 6
- pH pada pupuk ZA : 6
- pH pada pupuk NPK : 6
Daftar Pustaka :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar